KTI: KARYA TULIS ILMIAH PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI BANJAR NEGARI SINGAPADU TENGAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2025

Rae, Agustina (2025) KTI: KARYA TULIS ILMIAH PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI BANJAR NEGARI SINGAPADU TENGAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2025. Diploma thesis, STIKES Advaita Medika Tabanan.

[thumbnail of KTI Agustina Rae .pdf] Text
KTI Agustina Rae .pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang
penularannya terutama melalui hubungan seksual, namun juga dapat ditularkan
melalui kontak dengan alat atau cairan tubuh yang terkontaminasi. IMS hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun
berkembang, dan merupakan salah satu faktor risiko penularan HIV. Data WHO
menunjukkan lebih dari 1 juta orang tertular IMS setiap harinya, sedangkan di
Indonesia prevalensi IMS pada remaja cukup tinggi, mencapai 21%. Berdasarkan
studi pendahuluan di Banjar Negari Singapadu Tengah, Kabupaten Gianyar,
pengetahuan remaja tentang IMS masih bervariasi, sehingga penting dilakukan
penelitian lebih lanjut.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) di Banjar Negari Singapadu Tengah Kabupaten Gianyar Tahun 2025 berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, pendidikan, dan sumberinformasi.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif
dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja usia 15–18 tahun di Banjar Negari Singapadu Tengah sebanyak 107 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi tingkat pengetahuan remaja tentang IMS.
Hasil Penelitian : Mayoritas responden berusia 16–18 tahun (84,6%), berjenis
kelamin perempuan (53,8%), dan berpendidikan SMA (80,8%). Sumber informasi
terbanyak berasal dari media massa/internet (28,8%) dan guru (28,8%). Tingkat
pengetahuan remaja tentang IMS menunjukkan bahwa 65,4% memiliki
pengetahuan baik, 19,2% cukup, dan 15,4% kurang. Faktor usia dan pendidikan
berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan, dimana remaja dengan usia lebih tinggi dan pendidikan lebih tinggi memiliki pengetahuan yang lebih baik.
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan remaja di Banjar Negari Singapadu Tengah
tentang IMS berada pada kategori cukup hingga baik, namun masih terdapat
sebagian remaja dengan pengetahuan kurang. Hal ini menunjukkan perlunya upaya edukasi kesehatan yang lebih intensif melalui tenaga kesehatan, keluarga, dan media informasi yang terpercaya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Infeksi Menular Seksual, Pengetahuan, Remaja
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Program Studi > D3 Kebidanan
Depositing User: Ayu Pramistya
Date Deposited: 05 Jun 2026 07:43
Last Modified: 05 Jun 2026 07:43
URI: https://repository.stikesadvaitamedika.ac.id/id/eprint/31

Actions (login required)

View Item
View Item